Viral, Wanita Ini Tega Bunuh Jerapah Sebagai Kado Valentine Pasangannya

TRIBUNTRAVEL.COM - Berbicara soal Hari Kasih Sayang atau akrab disebut Valentine, pasti identik dengan memberikan hadiah yang manis.

Seperti momen makan malam romantis hingga memberikan cokelat pada pasangannya.

Tampaknya hal tersebut tak berlaku bagi turis bernama Marelize Van Der Merwe (32).

Bukannya cokelat, wanita itu justru memberikan kado mengejutkan yaitu dengan membunuh seekor jerapah untuk dijadikan kado buat suaminya.

Marelize Van Der Merwe merupakan seorang pemburu bersama dengan suaminya.

Suaminya telah membayar sebesar 41 juta rupiah, agar istrinya bisa mendapatkan seekor jerapah tua.

Ilustrasi jerapah di cagar alam.
Ilustrasi jerapah di cagar alam. (Pixabay/antonytrivet)

Marelize mengunggah foto dirinya di akun sosial media pribadi miliknya sedang memeluk jerapah tua malang yang sebelumnya telah ia bunuh.

Pada foto selanjutnya, ia berpose dengan tersenyum membawa sebuah hati yang telah ia sayat dari tubuh jerapah.

Dalam keterangan postingannya, ia juga menuliskan &;Aku pernah bertanya-tanya seberapa besar hati jerapah? Aku benar-benar luar biasa dengan hadiah valentine besar saya!&;

Ternyata Marelize telah berhasi melakukan perburuan kurang lebih sebanyak 500 hewan diantaranya macan tutul, singa, dan gajah.

Marelize mengaku dirinya telah menunggu selama bertahun-tahun untuk memiliki jerapah, ia juga mengungkapkan sangat menyukai bagian kulit gelap hewan ikonik tersebut.

Mengetahui mimpi istrinya memiliki seekor jerapah sendiri, kemudian suaminya memutuskan untuk membayar seekor jerapah sebagai hadiah hari Valentine.

Marelize berencana akan menggunakan kulit jerapah sebagai permadani.

Atas terjadinya insiden tersebut, sejumlah aktivis hewan merasa sangat marah.

Namun, tindakan Marelize justru didukung oleh ibunya.

Ibunya membela bahwa seorang pemburu justru diklaim sebagai upaya penyelamatan terhadap spesies terancam di Afrika Selatan.

Ibunya juga mengatakan bahwa perburuan berkelanjutan mampu membantu melestarikan satwa liar di Afrika Selatan dan tindakannya tersebut menciptakan lapangan kerja yang mampu berkontribusi pada industri pariwisata.

Justru ia berbalik menyerang pembela kelompok hak hewan sebagai &;mafia&; yang &;tidak dihormati&;.

Dengan mengatakan bahwa, jika perburuan dilarang hewan akan menjadi tidak berharga dan akan menghilang.

Perburuan telah membantu mengembalikan banyak spesies dari ambang kepunahan.

Atas tindakan perburuan Marelize, ibunya mengatakan bahwa ada 11 orang yang dipekerjakan dengan adanya perburuan ini, juga tersisa beberapa daging yang bisa dikonsumsi untuk penduduk setempat.

Kemudian pihak kelompok pelindung hewan Born Free mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak menyumbangkan apapun atas pelestarian maupun penduduk setempat.

Justru keuntungan yang didapatkan penduduk setempat merupakan sebatas bisnis.

Perburuan hewan justru akan merusak lingkungan dan memburu lebih banyak hewan lainnya yang lebih langka dan dianggap lebih mengesankan.

Bagi komunitas pelindung hewan, tindakan tersebut sangat dikecam dan justru akan mendorong bisnis perburuan yang merupakan kemunduran yang sangat kejam terhadap para hewan. (aya/tribunjateng.com)

Baca juga: Hilang Hampir 50 Tahun, Wanita Ini Dapatkan Kembali Cincin Kawinnya di Hari Valentine

Baca juga: 4 Tips Dinner Romantis di Rumah untuk Momen Valentine, Coba Putar Musik dan Siapkan Bunga

Baca juga: 5 Toko Cokelat di Bandung Ini Bisa Dikunjungi untuk Berburu Hadiah Valentine

Baca juga: 6 Makanan Super Ini Cocok Dikreasikan Sebagai Isian Cokelat di Hari Valentine, Kelapa hingga Kopi

Baca juga: Resep Martabak Manis, Camilan Alternatif Cocok Dinikmati Saat Valentine

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul "Wanita Bunuh Jerapah Untuk Kado Valentine Dihujat Netizen".

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin