Viral Karena Sebut Wanita Sebagai 'Barang Murah' pada Produknya, Perusahaan Ini Tuai Kritik Netizen

TRIBUNTRAVEL.COM &; Sebuah merek minuman teh kekinian yang populer di China picu kemarahan khalayak karena menggunakan slogan seksis pada barang dagangannya.

Toko bernama Sexy Tea yang memiliki 270 gerai di seluruh China itu dikecam di media sosial karena menyebut wanita sebagai &;barang murah&; dalam sebuah kutipan di mugnya.

Dalam kutipan di mug tersebut bahkan menyebut bahwa para pelanggan bisa &;mengambil&; wanita sambil menunggu minuman mereka.

Mengutip independent.co.uk, ini bukan kali pertama perusahaan tersebut menggunakan kampanye yang menjurus kea rah seksual untuk memasarkan produknya.

Di masa lalu, toko ini juga pernah menjual kantong the dengan slogan &;Guru, aku menginginkanmu&; dengan gambar berudu (kecebong) di sampingnya.

Perusahaan ini kemudian menyatakan bahwa mereka tidak berniat untuk &;tidak menghormati wanita.&;

Baca juga: Restoran China Ini Viral Setelah Tampilkan Ulasan Buruk dalam Daftar Menunya

Slogan Jian Lou zi di cangkir Sexy Tea.
Slogan Jian Lou zi di cangkir Sexy Tea. (WEIBO via GLOBAL TIMES)

Mereka berjanji akan menarik Kembali rangkaian mug tersebut dan mengaku sangat malu dengan kreasi terbarunya.

Sexy Tea baru-baru ini mengeluarkan serangkaian mug dialek Changsha.

Dialek itu digunakan terutama di Ibu Kota Provinsi Hunan.

Di dalamnya tercetak berbagai frasa lokal di mug, termasuk frasa "jian lou zi."

Dalam bahasa gaul, kalimat itu mengacu pada mengambil kesepakatan jual beli untuk mendapatkan harga murah.

Dalam promosinya, mereka juga memberikan contoh bagaimana frasa tersebut dapat digunakan.

Salah satunya dengan kalimat: "Ketika saya pergi membeli bubble tea, ada banyak gadis cantik di sana. Jika kamu bertemu dengan yang seperti ini, kamu dapat memberitahu temanmu: Saya dapatkannya dengan harga murah".

TONTON JUGA:

Gambar mug toko teh populer itu menjadi viral di situs media sosial China, Weibo dan dengan cepat menarik banyak kritik.

"Ini adalah pemasaran yang vulgar," kata satu orang di platform tersebut.

"Bukan cuma frasa itu saja yang menghina. Contoh kalimat yang diberikan oleh perusahaan juga," tambah yang lain.

"Apakah tidak ada orang di tim pemasaran yang melihat ada yang salah dengan ini?" protes netizen.

Perusahaan tersebut kemudian mengeluarkan pernyataan panjang yang meminta maaf atas interpretasi frasa tersebut.

"Kami membuat kalimat yang sangat tidak pantas yang bahkan orang-orang di Changsha tidak menyetujuinya... kami sangat malu. Kami sama sekali tidak berniat untuk tidak menghormati wanita," katanya.

"Kami akan segera menarik mug bertema dialek Changsha dan secara serius merenungkan kejadian ini."

Para pengguna juga menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya Sexy Tea menggunakan frasa yang menjurus ke arah seksual dalam kampanye pemasarannya.

Banyak yang menunjukkan gambar kecebong yang dicetak di beberapa kantong tehnya.

Netizen memaknai itu sengaja digunakan untuk menggambarkan sebuah sperma.

Baca juga: 3 Kafe Jamu di Jakarta ini Asyik Buat Nongkrong, Konsepnya Kekinian Banget

Baca juga: Tamu Protes Tak Terima Ruang Sauna Tembus Pandang, Pihak Hotel Ini Akhirnya Minta Maaf

Baca juga: Pemilik Penginapan Ini Serang Tamu yang Tabur Banyak Lada pada Makanan

Baca juga: Restoran Ini Hadirkan Layanan Makan di Ruang Penyiksaan untuk Tamu yang Datang dengan Pasangan

Baca juga: Restoran Ini Sajikan Hidangan untuk Tamu di Wahana Bianglala, Berani Coba?

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin