4 Tempat Wisata Religi di Purwakarta untuk Ngabuburit Selama Bulan Ramadan

TRIBUNTRAVEL.COM - Ngabuburit merupakan tradisi bulan Ramadan yang sudah lekat dengan masyarakat Indonesia.

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan selama ngabuburit, satu di antaranya adalah berwisata religi.

Kali ini, TribunTravel punya rekomendasi sejumlah tempat wisata religi di Purwakarta, Jawa Barat.

Deretan empat wisata religi di Purwakarta ini kerap kali didatangi masyarakat selama bulan Ramadan sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Baca juga: Wisata Religi di Sumatera Barat, Kunjungi Masjid Terapung Samudera Ilahi di Pantai Carocok

Melansir dari laman TribunJabar, berikut ini rekomendasi tempat wisata religi di Purwakarta untuk ngabuburit.

1. Makam Syekh Baing Yusuf

Wisata religi ini tentu paling terkenal di Purwakarta.

Selain lokasinya yang sangat dekat sekali dengan kantor pemerintahan, makam Syekh Baing Yusuf juga berada di Kompleks Masjid Agung Baing Yusuf di Jalan Gandanegara, Desa Cipaisan, Kecamatan Purwakarta.

Syek Baing Yusuf merupakan seorang tokoh sejarah adanya Islam di tanah Purwakarta Istimewa ini.

Syekh Baing juga dikenal sebagai guru dari Syekh Nawawi Al Bantani salah seorang ulama Indonesia yang menjadi imam di Masjidil Haram.

Baca juga: Makam Loang Baloq, Tempat Wisata Religi di Lombok yang Punya Tradisi Unik

2. Makam Eyang Pandita

Makam ini berada di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Purwakarta.

Makam ini juga berada di kawasan wisata Kampung Tajur dan berdekatan dengan Curug Panembahan.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Eyang Pandita sebagai sesepuh Desa Pasanggrahan.

Ada keunikan pada makam ini, yakni lokasinya yang ada di atas bukit, sehingga kita bisa melihat pemandangan Gunung Burangrang, area sawah, perkebunan, hingga hutan.

3. Makam Mama Sempur

Baca juga: Wisata Religi ke Samarinda, Melihat Al-Quran Berumur 3 Abad yang Ada di Masjid Shiratal Mustaqiem

Wisata religi yang ketiga ialah makam Mama Sempur yang ada di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Purwakarta.

Mama Sempur memiliki nama lengkap KH Tubagus Syeda bin KH Tubagus Arsyad.

Mama Sempur juga seorang tokoh Islam di Purwakarta bersama Baing Yusuf.

Berdasarkan informasi, Mama Sempur mendapatkan garis layak dari Keraton Banten terlihat dari garis layak KH Tubagus Arsyad dari Keraton Banten.

Setiap akhir Dzulqa'dah, tempat ini dipenuhi masyarakat atau peziarah yang melaksanakan haul alias mengenang wafatnya Mama Sempur.

4. Makam Dalem Gandasoli

Terakhir, wisata religi ini ada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.

Menurur cerita masyarakat di sana, pada 1628 datang seorang panglima tentara Mataram bernama Raden Surya Sumadita Angga Yuda yang akrab disapa Eyang Dalem Gandasoli bersama pasukannya berniat melawan tentara VOC di Batavia.

Tapi, sebelum sampai ke Batavia, Eyang Gandasoli ini bersama pasukannya singgah di daerah yang bernama Lembur Kolot atau sekarang dikenal dengan nama Desa Gandasoli dan sekarang Desa Mekarsari.

Jalur sungai memang menjadi jalur satu-satunya menuju Batavia yakni Sungai Citarum.

Eyang Dalem Gandasoli wafat pada 1713.

Sejumlah alat dan pakaiannya sampai sekarang masih tersimpan di sana.

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal Wisata Religi di sini.

Baca juga: 3 Tempat Wisata Religi di Indralaya Ogan Ilir, Ada MasjidBajumiWahab yang Sejuk dan Megah

Baca juga: 5 Tempat Wisata Religi di Jawa Barat, Makam Syeh Abdul Muhyi dan Goa Saparwadi di Pamijahan

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin