Lodeh Kuthuk Legendaris di Lamongan, Laris Manis Dua Jam Buka Langsung Ludes

TRIBUNTRAVEL.COM - Berkunjung ke Lamongan, rasanya kurang lengkap kalau tidak mencoba kulinernya yang lezat.

Nah, jika traveler sudah bosan makan soto saat jalan-jalan ke Lamongan, tak ada salahnya untuk mencicipi sajian lodeh.

Sebab, di Lamongan terdapat satu warung legendaris dan sangat populer, yaitu Lodeh Kuthuk Rowo.

Warung Lodeh Kuthuk Rowo ini berlokasi tepat di perbatasan antara Desa Pucangro, Kacamtan Kalitengah, dan Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur.

Sesuai namanya, Warung Lodeh Kuthuk Rowo memang terletak persis di samping rawa Desa Pucangro.

Warung Lodeh Kuthuk Rowo ini terbilang sangat legendaris, karena sudah dibuka sejak 1996 silam.

Tempatnya juga masih sederhana serta dikelilingi area tambak.

Sajian Lodeh Kuthuk Rowo yang legendaris di Lamongan sejak 1996.
Sajian Lodeh Kuthuk Rowo yang legendaris di Lamongan sejak 1996. (TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')

Sehingga saat makan di tempat traveler akan disuguhkan dengan nuansa pedesaan yang sangat khas.

Mastukah selaku pemilik mengatakan, menu yang dijajakan di warungnya hanya ada lodeh ikan kuthuk saja.

Ikan kuthuk sendiri merupakan nama bahasa Jawa yang dipakai untuk menyebut ikan gabus.

Nah, ikan gabus inilah yang membedakan sajian lodeh ikan di warung Lodeh Kuthuk Rowo berbeda dengan lainnya.

Sebelum disajikan mula-mula ikan gabus dimasak dengan cara diasap terlebih dahulu.

Setelah itu barulah ikan dimasak kembali bersama kuah lodeh yang lengkap dengan berbagai rempah dan santan kental.

"Semua ikan kami asap sendiri, biarpun di Lamongan sudah banyak penjual ikan gabus asap, kami tidak mengambil dari sana, karena takut kualitasnya tidak bagus," ujar Mastukah saat ditemui TribunTravel pada Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Viral Baso Aci di Lamongan, Baru Buka Gerai Sudah Habiskan Ribuan Cilok dalam Sehari

Baca juga: Mi Ayam Unik di Lamongan, Disajikan Pakai Kuah Susu dan Sambal Pedas Manis yang Khas

Baca juga: Gado-gado H Miun, Kuliner Legendaris di Lamongan yang Bumbunya Masih Dimasak Pakai Arang

Sajian Lodeh Kuthuk Rowo yang legendaris di Lamongan sejak 1996.
Sajian Lodeh Kuthuk Rowo yang legendaris di Lamongan sejak 1996. (TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')

Lebih lanjut Mastukah mengatakan, ikan gabus pada sajian lodehnya juga diasap menggunakan batok kelapa.

Hal tersebut sengaja dilakukan agar rasa ikannya menjadi semakin enak dan memiliki aroma yang khas.

Cita rasa yang berbeda ini tentu saja akan traveler temukan saat mencoba Lodeh Kuthuk Rowo secara langsung.

Kuah lodeh yang gurih dan pedas, berpadu sempurna dengan aroma smooky ikan gabus, membuat Lodeh Kuthuk Rowo semakin nikmat .

Apalagi saat disajikan, Lodeh Kuthuk Rowo juga diberi taburan bawang putih dan daun bawang goreng.

Sehingga tak hanya menggoyang lidah, aroma Lodeh Kuthuk Rowo juga akan jadi semakin sedap.

"Warung ini menunya lodeh kuthuk saja, tapi kalau mau tambahan lauk, di sini juga ada telur rebus dan jeroan ikan," pungkas Mastukah.

TONTON JUGA:

Meski hanya menjajakan satu menu, siapa sangka kalau Lodeh Kuthuk Rowo menjadi primadona dan selalu diburu para pecinta kuliner.

Saking populernya, warung Lodeh Kuthuk Rowo sudah sering disambangi sejumlah food vlogger lokal, hingga nasional.

Bahkan baru dibuka mulai pukul 06.00 WIB, lodeh kuthuk di warung ini langsung ludes dalam dua jam saja.

"Harusnya sih kami bukanya sampai pukul 10.00 WIB. Tapi seringnya baru pukul 07.00 atau 08.00 WIB sudah habis," tambah Mastukah.

Sajian Lodeh Kuthuk Rowo yang legendaris di Lamongan sejak 1996.
Sajian Lodeh Kuthuk Rowo yang legendaris di Lamongan sejak 1996. (TribunTravel/Zainiya Abidatun Nisa')

Mastukah menambahkan, satu porsi lodeh ikan gabus di tempatnya masih dibanderol murah meriah.

Untuk satu porsi lodeh kuthuk tanpa tambahan lauk, bisa traveler dapatkan dengan hagra Rp 20 ribu saja.

Sedangkan jika ingin ditambah telur atau jeroan ikan, maka harganya berkisar mulai Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu.

Harga tersebut sudah termasuk minum yang berupa kopi atau teh.

Sebagai informasi, warung Lodeh Kuthuk Rowo dibuka setiap hari, namun dapat tutup sewaktu-waktu jika persedian lauk sedang kosong.

Hal tersebut lantaran menyesuaikan musim, terlebih di Lamongan sendiri Ikan Gabus belum dibudidayakan secara masif dan hanya didapat dari alam liar.

"Kalau ikan tidak ada, saya lebih memilih tutup agar kualitas masakannya tidak berubah. Karena dari awal memang semua proses kita kerjakan sendiri," tutup Mastukah.

Baca juga: Warung Sego Sambel Lamongan ini Letaknya di Tengah Sawah, Murah Meriah dan Gratis Minum Sepuasnya

Baca juga: Seblak Bandung Autentik di Lamongan, Seporsi Mulai Rp 5 Ribuan dengan Isian Beragam

Baca juga: Nasi Boran Tanpa Nama dan Legendaris di Lamongan, Sehari Ludes Hingga Ratusan Porsi

(TribunTravel/Zainiya Abidatun N)

Baca selengkapnya soal kuliner legendaris Lamongan di sini.

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin