Warga Desa Ini Protes Minta Wilayahnya Ganti Nama karena Selalu Disensor di Internet

TRIBUNTRAVEL.COM - Warga sebuah desa di Swedia berkumpul untuk mencoba mengubah namanya akibat merasa 'lelah' disensor di media sosial.

Meskipun setiap orang memiliki hak kebebasan berbicara, beberapa kata di luar sana bisa dianggap menyinggung dan tidak layak diucapkan.

Kata-kata umpatan biasanya menjadi salah satu penyebabnya.

Jadi, sebagai upaya menghindari bahasa yang berpotensi tidak menyenangkan, beberapa halaman media sosial dapat menyembunyikan posting tertentu dari pemirsa.

Bagi orang-orang desa Fucke di Swedia, ini menyebabkan beberapa masalah.

Hal ini karena kata-kata'Fucke' yang terdeteksi di media sosial dianggap kasar, meskipun pada dasarnya Fucke tidak memiliki arti umpatan.

Pemilik rumah dari desa ini mengaku, mereka disensor ketika mencoba menulis tentang desa di Facebook, atau ketika mendaftarkan barang-barang untuk dijual secara online.

Konon, nama desa Fucke sudah ada sejak desa didirikan tahun 1547, menurut Institut Bahasa dan Cerita Rakyat.

Pada saat namanya dibuat, orang zaman dahulu mungkin tidak pernah mengira jika nama desanya akan disensor oleh media sosial ketika memasuki era digital.

Penyensoran nama desa ini benar-benar membuat warga frustrasi.

Dikutip TribunTravel dari laman UNILAD, Sabtu (15/1/2022), Josefin Devine, seorang peneliti di Institut Bahasa dan Cerita Rakyat Swedia, mengatakan kepada The Local arti nama Fucke tidak sepenuhnya jelas.

Ia mengatakan, "ada saran interpretasi nama itu bisa berarti 'sepotong bumi berbentuk baji', dari kata Old West Norse fokka, tetapi interpretasi itu tidak menjelaskan perubahan suara. Jadi tidak jelas!"

Agar lebih bebas membuat unggahan online, penduduk desa telah mengirimkan permohonan bersama kepada Survei Tanah Nasional Swedia untuk mengubah nama desa menjadi Dalsro yang artinya 'lembah yang tenang', menurut SVT.

Perubahan nama hampir pasti akan menyelesaikan masalah sensor, tetapi penduduk mungkin harus menunggu beberapa saat karena perubahan nama harus dipertimbangkan oleh Dewan Warisan Nasional Swedia dan Institut Bahasa dan Cerita Rakyat sebelum disetujui.

Hingga saat ini, penduduk harus tetap tinggal di desa Fucke, yang oleh Institut Bahasa dan Cerita Rakyat digambarkan sebagai "desa di tepi danau, di lereng bukit dengan ladang yang sangat curam". (TribunTravel.com/tyas)

Baca juga: Sedapnya Kuah Rempah Soto Boethek di Masaran, Kuliner Legendaris di Sragen Buat Menu Sarapan

Baca juga: Anak Muda Ini Pamer Hidup Mewah, Terbang dengan Jet Pribadi hingga Ultah dengan Balon Isi Uang

Baca juga: Cerita Pedagang di Lombok yg Sepatu Tenunnya Dibeli Jokowi, Ternyata Laris Jualan Sampai Kirim ke AS

Baca juga: Aturan Terbaru Durasi Karantina Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin