New Normal, Aplikasi Reservasi Online Bisa Jadi Solusi untuk Pengusaha

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 mengubah tatanan masyarakat dunia. Hampir semua negara mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.

Perubahan tersebut juga berdampak luas di banyak sektor. Sebab, berubahnya aktivitas masyarakat tersebut membuat dunia usaha sepi, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjualan retail dan lainnya.

Namun kini, beberapa negara mulai melonggarkan kebijakan terkait mobilitas warganya, termasuk Indonesia. Kota-kota di Indonesia akan segera melonggarkan PSBB, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Bali dan kota lainnya.

Baca juga: Kemenperin Sebut 5 Industri Ini Bakal Topang Ekonomi Nasional di Masa New Normal

Ambil contoh perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta hingga akhir Juni 2020. Masa perpanjangan PSBB ini disebut sebagai masa transisi.

Pada masa ini, sejumlah kegiatan sosial ekonomi secara bertahap kembali dimulai dengan menjalankan protokol-protokol yang harus ditaati, mulai dari protokol di rumah, pergerakan penduduk, pendidikan, aktivitas sosial ekonomi, hingga tempat kerja.

Salah satu protokol kesehatan yang diberlakukan adalah untuk sektor pariwisata terutama taman
rekreasi indoor dan outdoor, kawasan pariwisata dan taman margasatwa, dengan memberlakukan pengunjung 50 persen dari kapasitas.

Artinya pelaku usaha diwajibkan untuk melakukan protokol kesehatan selama masa transisi dengan mengatur jumlah arus kunjungan.

Baca juga: Kembali Buka, Matahari Departement Store Berlakukan Protokoler New Normal

Melihat adanya kebutuhan untuk mengelola jumlah pengunjung, platform penyedia tiket online Goers memiliki solusi manajemen kunjungan (visitation management system) untuk mengontrol serta memonitor jumlah pengunjung yang datang secara real-time menggunakan platform digital.

Solusi manajemen kunjungan adalah online dan onsite registrasi, reservasi, e-ticketing dan booking secara digital, agar pemilik atau pengelola venue dapat mengelola antrian dan jumlah pengunjung yang akan hadir.

"Teknologi yang kami kembangkan mendukung tatanan kehidupan baru atau new normal di masa mendatang, pengunjung dapat registrasi secara daring di channel mitra yang kami kelola sebelum datang ke sebuah lokasi, baik itu tempat wisata, event, MICE, bahkan konser musik harapannya kami dapat memberikan rasa aman kepada pelaku usaha di bidang hiburan dan pariwisata serta pengunjung sekaligus," kata Sammy Ramadhan, founder dan CEO Goers dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Data pengunjung akan tercatat di sistem yang terintegrasi dan memudahkan pihak pemerintah
serta pelaku usaha untuk memantau dan melacak dengan cepat jika terjadi potensi penularan.

Solusi teknologi yang diinvestasi oleh MDI Venture, unit bisnis investasi dari Telkom Indonesia dan
Mahaka Media ini telah diadopsi oleh Ancol Taman Impian.

Baca juga: Buka 15 Juni, Begini SOP New Normal di Mal Central Park

Pihak pengelola Ancol hanya akan menjual tiket secara daring dan meniadakan pembelian offline atau on the spot di gerbang utama maupun unit rekreasinya sebagai langkah mendukung pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Teknologi menjadi solusi untuk mengatur dan memonitor jumlah pengunjung untuk datang ke sebuah destinasi atau taman rekreasi sesuai dengan protokol restarting tourism dari UNWTO (World Tourism Organization).

Disneyland Shanghai misalnya, kapasitas per hari diturunkan menjadi 30 persen, dan semua pengujung hanya dapat membeli tiket masuk secara online dan berbelanja di lokasi dengan pembayaran nontunai.

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin