
Ingin Sarapan Enak, Murah dan Mengenyangkan? Mampir Dulu ke Lontong Sumatera Wak Loy di Sragen
TRIBUNTRAVEL.COM - Ingin sarapan enak saat liburan ke Sragen?
Kamu bisa mampir ke lontong Sumatera Wak Loy untuk sarapan.
Baca juga: 6 Warung Lontong Sayur Enak di Jogja Buat Menu Sarapan, Ada Lontong Sayur Uda Uni yang jadi Favorit

Baca juga: 5 Tempat Makan Lontong Balap Enak di Surabaya Buat Menu Sarapan, Ada yang Sehari Ludes 500 Porsi
Lontong Sumatera Wak Loy merupakan satu tempat makan di Sragen yang cocok buat sarapan.
Jika di Sumatera, kuliner khas tersebut terkenal dengan sebutan lontong Medan.
Baca juga: 6 Lontong Sayur Enak di Jogja Buat Sarapan, dari Lontong Sayur Kobana hingga Lontong Sayur Uda Uni
Peraciknya ialah Asih Widowati yang memiliki warung kecil di Jalan Sumeni, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Lontong Sumatera dibuat dan diracik langsung oleh Asih, yang merupakan menu favorit sang suami yang berasal dari Sumatera Utara.
Asih sendiri sejak kecil hingga lulus SMA tinggal di Palembang, Sumatera Selatan sehingga ia lebih mahir memasak makanan khas Sumatera daripada Jawa, daerah asalnya.
Satu porsi lontong Sumateranya terdiri dari irisan lontong, sayur, jengkol, kentang balado, ditambah sambal tauco, kemudian disiram kuah opor.
Menurut Asih yang membedakan Lontong Sumatera buatannya dengan yang lain adalah sambal tauconya.
"Bedanya di sambal tauco, kalau dari Sumatera Utara itu nanti ada kecut-kecutnya dari tauco, kalau lontong Padang diberi gori," ujarnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (9/7/2022).
Terdapat pilihan lauk yang bisa ditambahkan, yakni lauk telur balado, rendang, hingga nayam opor.
Kuah opornya kental dan sambal tauconya nendang di mulut.
Meski baru buka selama 2 Minggu, banyak pembelinya yang ketagihan untuk membeli lagi.
"Sebenarnya saya baru buka selama 2 Minggu, cuma ya Alhamdulillah setiap pembeli yang datang pasti order lagi, jadi pasti kesini," terangnya.
Satu porsi lontong dengan pilihan lauk dibanderol Rp 13.000 - Rp 16.000 apabila komplit sekitar Rp 25.000/porsi.
WarungLontongSumateraWakLoybuka setiap hari mulai pukul 07.00-16.00 WIB.
Baca juga: Terkenal Enak dan Murah, 5 Lontong Sayur khas Sumatera di Jogja Ini Cocok Buat Menu Sarapan
Sate Enak di Solo

Baca juga: Terkenal Enak, 5 Lontong Sayur di Jakarta yang Cocok Jadi Pilihan Menu Sarapan
Jalan-jalan ke Kota Solo tak lengkap rasanya jika tidak menikmati salah satu makanan khas Solo yakni sate kere.
Salah satu sate kere yang jadi buruan di Kota Solo yakni Sate Kere Mbak Tugiyem atau lebih terkenal Sate Kere Presiden.
Sate kere yang berdiri sejak tahun 1977 itu ternyata sudah menjadi langganan dari Joko Widodo (Jokowi) jauh sebelum ia menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Presiden RI seperti sekarang.
Anak dari Tugiyem, Suheni (33), mengaku awalnya Ibunya yang bernama Tugiyem itu berjualan keliling dengan dijinjing.
"Dulu menjadi langganan Pak Jokowi sebelum menjadi Wali Kota Solo, pas sudah jadi wali kota juga masih sering beli beliau," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (26/6/2022).
Heni mengaku, sejak ibunya sakit stroke, ia yang melanjutkan berjualan sate kere ini.
Namun, dirinya tidak menggantikan jualan berkeliling melainkan jualan menetap di jalan Arifin, Kepatihan Kulon, Jebres, Surakarta.
Warung Sate Kere Mbak Tug buka mulai dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Lokasi warung sate kere miliknya memang tidak terlalu besar dan luas, namun setiap akhir pekan banyak wisatawan yang membeli sate kere di warungnya.
Ya, sate kere miliknya memang cepat habis lantaran pembelinya bisa memesan sampai 50 tusuk.
"Sehari bisa 8 bungkus tempe gembus, dan 8 kilo jeroan dari iso, ginjal, koyor, kikil, dan babat," ungkapnya.
Meski dinamai Sate Kere Presiden, harganya juga masih relatif murah yakni satu tusuknya untuk jeroan Rp 3 Ribu , tempe gembus dan tempe kedelai Rp 2 ribu per tusuk, dan lontongnya Rp 4 ribu.
"Kalau biasanya sore itu sudah habis, ya omzet bersih bisa sampai Rp 500 ribu," terangnya.
Meski Joko Widodo kini sudah menjabat sebagai Presiden RI, Heni mengaku beberapa kali Jokowi masih memesan sate kere racikannya untuk dibawa ke kediamannya di Sumber, Solo.
"Biasanya kalau Sabtu beliau pulang, pesan sate kere dibawa ke Sumber," ungkapnya.
Namun, sejak dua tahun terkahir ini, lanjut Heni, Jokowi belum memesan lagi sate kere karena kesibukan sebagai kepala negara.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kuliner Enak di Sragen : Lontong Sumatera Wak Loy, Sambal Tauconya Bikin Nagih, Ada Jengkolnya Juga
