
Siap-siap, Harga Tiket Masuk Pura Agung Besakih Akan Alami Kenaikan
TRIBUNTRAVEL.COM - Sebagian wisatawan yang liburan ke Bali tentu mempunyai banyak rekomendasi tempat wisata yang bisa dikunjungi.
Selain pantai, Bali juga terkenal akan wisata religi yang cocok untuk dikunjungi bareng teman-teman atau keluarga.

Satu di antaranya yaitu Pura Agung Besakih, tempat wisata yang berada di Desa Besakin, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Pura Agung Besakih memiliki pemandangan alam yang menawan.
Baca juga: Update Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Candi Borobudur Terbaru 2022
Dari kejauhan, terlihat rindangnya tumbuhan serta pemandangan gunung yang megah.
Sepanjang mata memandang, traveler akan disuguhkan dengan panorama langit biru dan awan putih yang membuat pemandangannya semakin memesona.
Keindahan itulah yang membuat wisatawan antusias untuk berkunjung ke Pura Agung Besakih.
Namun baru-baru ini beredar kabar soal harga tiket masuk Pura Agung Besakih yang akan dinaikkan.
Manajemen Operasional (MO) Pengelola Kawasan Pura Agung Besakih berencana menaikkan harga tiket masuk ke kawasan pura.
Kenaikan tiket berlaku untuk wisatawan mancanegara (wisman).
Sedangkan untuk wisatawan domestik (wisdom) tetap dengan harga sebelumnya.
Pelaksana tugas (Plt) Manajer Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, I Gusti Bagus Karyawan mengungkapkan, penyesuaian tiket masuk segera akan dikaji serta dikoordinasikan lebih lanjut.
Ia mengaku belum bisa memastikan berapa persen kenaikan tiket.
"MO berencana menaikkan tiket masuk ke kawasan Pura Besakih khusus wisatawan mancanegara. Kalau wisatawan domestik belum ada kenaikan," ungkap Gusti Karyawan, Minggu (21/8).
Ia mengatakan, sarana dan fasilitas penunjang di kawasan Pura Besakih akan maksimal terlebih saat ini sedang dilakukan penataan.
Maka kenaikan harga tiket untuk wisatawan mancanegara terutamanya sudah bisa dilakukan.
"Harga tiket untuk wisman saat ini Rp 60 ribu, rinciannya Rp 40 ribu masuk manajemen, dan RP 20 ribu untuk pemandu lokal dan jasa sarung. Sedangkan wisatawan domestik harga tiket Rp 30 ribu termasuk jasa ojek, pemandu, dan sarung," demikian kata Gusti Karyawan.
Dengan demikian, ia berharap penyesuaian harga tiket ini bisa segera terealisasi.
Kata dia, biaya operasional yang dikeluarkan cukup tinggi.
Dari tiket masuk hampir 60 persen dialokasikan untuk operasional.
Tak sampai di sana, hasil dari tiket masuk juga diminta pemerintah, masuk desa adat dan Pura Besakih.
Mantan dewan di Karangasem ini mengatakan, kunjungan wisatawan ke Pura Besakih mulai meningkat.
Awal Januari 2022, kunjungan per hari mencapai sekitar 150 orang.
Sedangkan bulan ini kunjungan wisman rata-rata sudah mencapai 500 orang per hari.
"Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Besakih rata -rata tamu dari Eropa, Asia, dan Australia. Semoga kunjungan terus mengalami peningkatan setiap harinya. Kalau dulu saat pandemi, 2020-2021, tak ada kunjungan," kata Karyawan.
Baca juga: Terbaru Harga Tiket Masuk Jatim Park 1, 2 ; 3 per Agustus 2022, Lebih Hemat Beli Paket Bundling
Baca juga: Harga Tiket Masuk Taman Satwa Taru Jurug Solo, Hadirkan Spot Mancing dan Gowes

Sejarah Pura Agung Besakih
Melansir dari Kompas.com, dalam karya ilmiah berjudul Pura Besakih: Di antara Legenda dan Sejarah Penguasa Bali, oleh IDG Windhu Sancaya berdasarkan buku berjudul Pura Besakih: Pura Agama, dan Masyarakat Bali, karya David J. Stuart Fox, ada beberapa sumber terkait pendirian Pura Besakih yang masih diragukan penulis namun dipercaya masyarakat.
Berdasarkan sumber-sumber tertulis dan cerita rakyat, Sri Kesari Warmadewa, pendiri dinasti Warmadewa yang menguasai Bali selama beberapa abad dipecaya sebagai pendiri pertama kompleks pura di Besakih.
Keraguan muncul dari aspek cerita Sri Wira Dalem Kesari (Sri Kesari Warmadewa) menunjukkan hubungan dengan dinasti Jaya pada abad ke 12, antara 1131 - 1200.
Dinasti yang dimaksud adalah Jayasakti, Ragajaya, Jayapangus, dan Ekajaya Lancana.
Berdasarkan prasasti Sading, diprakirakan Sri Wira Dalem Kesari adalah nama lain Jayasakti yang memerintahkan Bali pada tahun 1131-1150.
Keberadaaan tokoh Mpu Kuturan dan Mpu Bharadah juga terkait dengan cerita Besakih.
Mpu Kuturan dihubungkan dengan Pura Peninjoan dan sebagai arsitek pembangunan Pura Besakih.
Nama Rsi Markandeyan yang dikisahkan dari Gunung Raung Jawa Timur dikaitkan dengan pendirian Pura Basukian.
Legenda ini tidak ditemukan dalam teks maupun sumber lain.
Terkait Rsi Markandeya ditemukan berdasarkan koleksi E.Korn tahun 1932 yang bersumber dari cerita seorang pedanda di Lembah Gianyar.
Sumber lain terkait Rsi Markandeya baru muncul 1930-an.
Sementara di kompleks Pura Besakih banyak peninggalan zaman megalitik, seperti menhir, tahta batu, maupun struktur teras pyramid.
Peninggalan tersebut menunjukkan bahwa Pura besakih berasal dari zaman yang sangat tua, jauh sebelum adanya pengaruh agama Hindu.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul 60 Persen Tiket Masuk Pura Besakih untuk Biaya Operasional, Tarif Khusus Wisman Akan Dinaikkan
Baca juga: Promo Harga Tiket Masuk Blitar Park, Bisa Bermain Wahana Gratis Sepuasnya
Baca juga: Harga Tiket Masuk Gembira Loka Zoo Agustus 2022, Bayar Mulai Rp 60 Ribu Gratis Wahana Kereta ; Kapal
