Turis Asing Kini Bisa Melakukan Pembayaran Visa secara Online

TRIBUNTRAVEL.COM - Setiap turis asing yang masuk ke Indonesia tentu harus membawa dokumen penting seperti paspor hingga visa.

Namun kini pemerintah Indonesia telah memberikan fasilitasa Visa On Arrival (VOA) yang dibuka untuk turis asing dari 23 negara.

Ilustrasi paspor dan visa untuk syarat dokumen bepergian antar negara
Ilustrasi paspor dan visa untuk syarat dokumen bepergian antar negara (Unsplash/mana5280)

Fasilitas visa tersebut dihadirkan sejak Senin (7/3/2022) lalu, di mana proses pengajuannya terbilang lebih gampang dan ringkas dibanding dengan visa kunjungan wisata B211A.

Kabar baiknya lagi, kini PT Finnet Indonesia (Finnet) - anak perusahaan dari PT Telkom telah mendukung sistem elektronik Visa On Arrival (e-VOA) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumhan).

Baca juga: Imigrasi Bandara Soetta Beri Fasilitas Bebas Visa untuk Ribuan Jurnalis Asing yang Meliput KTT G20

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama sistem Gerbang Pembayaran atau Payment Gateaway.

Bersamaan dengan momentum G20, aplikasi e-VOA ini diluncurkan untuk menjadi layanan strategis keimigrasian publik yang mudah dan cepat.

Direktur Utama Finnet Rakhmad Tunggal Afifuddin menyampaikan bahwa, dengan adanya kerja sama ini Finnet merasa bangga dapat dipercaya untuk turut membangun satu layanan publik yang ramah dan fleksibel.

"Kerja sama penerapan Payment gateway diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan keimigrasian serta dapat mendukung iklim investasi nasional,&; ujar Rakhmad.

Peluncuran sistem aplikasi e-VOA diresmikan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pekan lalu.

Inovasi terbaru aplikasi e-Visa yang dihadirkan oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Finnet memungkinkan warga negara asing melakukan pembayaran secara online dan mendapatkan visa sebelum tiba di wilayah Indonesia.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam sambutannya menyampaikan sistem ini akan membuka potensi pariwisata dan ekonomi secara luas di Indonesia sekaligus sebagai tonggak inovasi layanan publik Ditjen Imigrasi yang merupakan bukti nyata hadirnya negara di layanan publik.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Beri Layanan Bebas Visa Bagi Delegasi G20 dan Jurnalis Asing

Selama ini, pembuatan visa sudah bisa dilakukan secara online (e-visa).

Namun pembayaran visa masih dilakukan manual di bandara sehingga menjadi penumpukan pelaku bisnis internasional/WNA di bandara.

Akan tetapi dengan hadirnya e-VOA, kini turis asing kini bisa melakukan pembayaran visa secara online.

Jadi tak perlu repot antre karena bisa melakukan transaksi pembayara dengan mudah melalui ponsel.

Dengan adanya e-VOA, pembayaran cukup dilakukan melalui aplikasi dengan kartu kredit atau alat pembayaran digital lainnya.

Direktur Business Marketing Finnet Irena Aldanituti juga menambahkan bahwa finpay payment gateway merupakan sistem real time settlement yang aman dan handal dalam mekanisme pembayaran Electronic Visa on Arrival (e-VOA).

"Sehingga memungkinkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dapat langsung diterima oleh negara. Aplikasi e-VOA saat ini sudah dapat diakses melalui website molina.imigrasi.go.id," katanya.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Delegasi KTT G20

Ilustrasi visa Indonesia
Ilustrasi visa Indonesia (Flickr/Revjoy)

Perbedaan Paspor dengan Visa: Penerbitan, Fungsi hingga Masa Berlaku

Paspor merupakan dokumen penting yang digunakan sebagai syarat lintas negara.

Traveler yang mau bepergian ke luar negeri, tentu harus memiliki paspor.

Tapi paspor bukanlah satu-satunya dokumen yang digunakan sebagai syarat lintas negara, melainkan ada dokumen lain yang harus disertakan.

Ya, selain paspor, visa juga digunakan sebagai syarat untuk bepergian ke luar negeri.

Beberapa negara di dunia memberlakukan visa sebagai syarat untuk memasuki negara tersebut.

Sama-sama digunakan sebagai syarat dokumen lintas negara, rupanya kedua benda ini memiliki perbedaan.

Lalu, apa sih bedanya paspor dengan visa?

Traveler yang masih awam dan kurang familiar, bisa yuk intip perbedaan paspor dengan visa berikut ini.

Pengertian atau Definisi

Sebelum mengulas lebih jauh perbedaan paspor dengan visa, ketahui dulu yuk pengertian keduanya.

Paspor adalah dokumen perjalanan yang diberikan kepada warga negara dan diakui secara internasional.

Sementara visa merupakan dokumen atau surat izin yang diberikan oleh suatu negara kepada warga negara lain agar bisa memasuki negara tersebut.

Penerbitan

Melansir dariwebsiteImigrasi Indonesia, paspor dengan visa diterbitkan oleh dua lembaga yang berbeda.

Paspor diterbitkan di negara asal pemegang atau pemiliknya.

Sementara visa diterbitkan oleh negara tujuan atau negara akan akan dikunjungi.

Fungsi

Dari segi fungsi, paspor dan visa memiliki fungsi yang berbeda, tapi sama-sama penting.

Paspor digunakan untuk bukti identitas diri yang diakui secara internasional.

Paspor juga difungsikan untuk memverifikasi identitas seseorang saat akan memasuki suatu negara.

Sedangkan visa sebagai tanda bukti diizinkannya seseorang untuk memasuki suatu wilayah negara dalam kurun waktu tertentu.

Bentuk

Paspor itu bentuknya lebih mirip KTP yang diakui secara Internasional sehingga negara lain bisa tahu siapa dan darimana seseorang berasal.

Bentuk paspor yang mirip KTP adalah paspor elektronik, sedangkan paspor biasa berupa buku kecil yang mirip buku nikah.

Kalau visa, bentuknya kertas lembaran stiker yang nantinya ditempelkan pada lembaran di paspor.

Biasanya visa ini dilengkapi dengan hologram khusus yang gunanya untuk menghindari tindak pemalsuan.

Meski demikian, tidak semua visa bentuknya lembaran khusus, karena ada juga visa yang berbentuk digital.

Isi

Paspor berisi informasi lengkap, mulai dari foto, nama terang, jenis kelamin, tanggal lahir, hingga bentuk fisik seseorang.

Sedangkan visa berisi informasi yang sedikit berbeda, yaitu negara tujuan, biodata, masa berlaku, dan jenis visa.

Jenis

Di Indonesia, paspor ada tiga jenis yang berbeda.

Terdapat tiga jenis paspor, yang setiap warnanya juga berbeda-beda.

Adapun tiga jenis paspor tersebut mulai dari paspor biasa berwarna hijau, paspor dinas non-diplomatik berwarna biru, dan paspor diplomatik berwarna hitam.

Sementara visa lebih banyak jenisnya dibanding paspor.

Ada visa untuk kunjungan keluarga sementara, kunjungan teman, kunjungan wisata, kunjungan bisnis, kunjungan berkali-kali, khusus, transit, dan diplomatik atau dinas.

Masa Berlaku

Dari segi masa berlaku, keduanya memiliki masa berlaku yang berbeda.

Untuk masa berlaku paspor, kini sudah berlaku 10 tahun.

Namun masa berlaku paspor 10 tahun ini efektif diberlakukan bagi pemilik paspor yang diterbitkan mulai 12 Oktober 2022.

Sementara pemilik paspor yang masa berlakunya belum habis tahun ini, maka masih berlaku 5 tahun.

Sedangkan visa memiliki masa berlaku yang lebih pendek dibanding paspor.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pembayaran Visa Bagi Wisatawan Mancanegara Bisa Dilakukan Secara Online

Baca juga: Jurnalis Asing Peliput KTT G20 Dapat Fasilitas Bebas Visa dari Pemerintah Indonesia

Baca juga: Jepang Buka Perbatasan ; Perjalanan Bebas Visa Mulai 11 Oktober 2022 Mendatang

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin