Viral di Medsos, Pendaki Wanita Petik Bunga Edelweis di Gunung Lawu

TRIBUNTRAVEL.COM - Baru-baru ini beredar sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pendaki wanita memetik bunga edelweis di Gunung Lawu.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @mountnesia.

Dalam keterangan video, diperkirakan insiden tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2020) di jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho, tepatnya di Gupakan Menjangan.

"Adakah yg kenal dg pendaki yg metik edelweis ini?" keterangan yang tertulis pada caption.

"Buat teman - teman yang belum tau atau masih awam seputar edelweiss, ini itu tumbuhan yang termasuk langka dan dilindungi, mari kita jaga, jangan dipetik atau dibawa pulang yaa sobat" informasi yang tertulis dalam caption video yang dikutip TribunTravel, Rabu (16/9/2020).

Insiden inipun menuai beragam komentar negatif dari netizen.

Seorang netizen berkomentar, "Pentingnya ilmu sebelum melakukan pendakian."

"Di blacklist aja setahun biar gak naik gunung lagi dulu," tulis netizen lain.

Larangan memetik bunga edelweis di gunung

Insiden semacam ini tidak hanya sekali terjadi.

Seperti yang pernah terjadi di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 2017 lalu.

Saat itu, lima pendaki diduga memetik bunga edelweis di Gunung Rinjani.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pun memberikan sanksi dengan melarang lima orang tersebut mendaki Gunung Rinjani.

Pendaki yang diduga mencabut bunga edelweis di Gunung Rinjani
Pendaki yang diduga mencabut bunga edelweis di Gunung Rinjani (TribunStyle/Kolase)

Lalu, kenapa bunga edelweis di gunung dilarang untuk dipetik?

Dilansir TribunTravel dari KompasTravel, ada beberapa alasan yang mendasari larangan memetik edelweis, salah satunya adalah keberadaan bunga di kawasan konservasi.

"Edelweis itu adanya kan cuman di kawasan konservasi. Nah, secara perundang-undangan, segala sesuatu baik hewan maupun tumbuhan yang ada di kawasan konservasi itu kan dilindungi secara undang-undang," kata Ketua Kelompok Tani Edelweiss Hulun Hyang, Teguh Wibowo.

Dari peraturan tersebut, kata dia, sudah pasti termasuk tanaman edelweis karena berada di kawasan konservasi.

Tak sampai di situ, aturan lebih ketat terhadap larangan memetik edelweis muncul setelah adanya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

"Itu adalah spesifikasinya yang menyebutkan bahwa edelweis itu dilindungi. Kalau untuk edelweis itu yang jenis Anaphalis Javanica-nya," jelasnya.

Bunga edelweis yang legal diperjualbelikan

Jika ingin membawa pulang bunga edelweis, datanglah ke kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Di desa ini, bunga edelweis dibudidayakan untuk kemudian dijual secara resmi.

Pemandangan bunga Edelweis di Desa Wisata Edelweis ketika menjelang matahari terbenam (Dokumentasi pribadi Teguh Wibowo)

Teguh menceritakan, dulunya penduduk Desa Wonokitri kerap mengambil edelweis dari kawasan pegunungan.

Ia mengatakan, bunga edelweis bagi penduduk Desa Wonokitri bukan sekadar bunga.

"Tapi lebih pada bunga sakral yang memang ini diperuntukkan untuk beberapa upacara adat yang ada di kawasan Tengger khususnya di Desa Wonokitri," ucapnya.

Sejak 2018, Desa Wonokitri menjadi desa wisata edelweis sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Pasuruan.

&; Sering Disebut Bunga Abadi, Kenapa Edelweis di Gunung Tak Boleh Dipetik?

&; Mengenal Desa Wisata Wonokitri, Tempat Resmi Beli Bunga Edelweis di Kawasan Bromo

&; 12 Fakta Bunga Edelweis, Bunga Abadi yang Tumbuh di Sejumlah Gunung di Indonesia

&; Gunung Lawu dan 5 Tempat Terbaik untuk Melihat Bunga Edelweiss di Indonesia

(TribunTravel/Sinta Agustina)

Temukan solusi untuk kebutuhan transportasi, pengiriman barang, layanan pesan antar makanan, dan yang lainnya di sini.

SHARE : share facebook share twitter share linkedin